Taman Nasional Laiwangi Wanggameti

LiburanWisata.com – Taman Nasional Laiwangi Wanggameti ini secara geografis terdiri dari hamparan berbukit, lembah,dan undulating(bergelombang);dikenal ada kelompok hutan yakni kelompok hutan Laiwangi Wanggameti(RTK 50).

Zaman Pemerintah Hindia Belanda lewat Surat Keputusan Swapraja ZB bsl 6-1-1932 No.3 dan ZB bsl 6-1-1930 No.5 serta ZB bsl 20-7-1930 No.9, kelompok hutan ini dilindungi. Kemudian status hutan ini ditetapkan sebagai hutan tutupan dengan fungsi Hydrologisch Reserve berdasarkan SK Bupati Kepala Daerah TK II Sumba Timur No. 9/Pemb.1/3 tanggal 30 Januari 1965.

Tahun 1983 berdasarkan TGHK melalui SK Menhut No. 89/Kpts-II/1983 tgl 2 Desember 1983 telah ditetapkan 1. 667.962 ha hutan sebagai hutan tetap di propinsi NTT. Pada Tahun Anggaran 1984/1985 dilaksakan kegiatan Pengukuhan Kelompok Hutan Laiwangi Wanggameti (RTK 50) oleh Sub Balai Inventarisasi dan Perpetaan Hutan Kupang bekerja sama dengan Balai Inventarisasi dan Perpetaan Hutan Wilayah VIII Denpasar dengan hasil panjang batas luar 125,2 Km dan luas definitif 42.567,50 Ha. Berita Acara Tata Batas kelompok hutan Laiwangi Wanggameti (RTK 50) baik di tingkat Kabupaten, Propinsi dan Pusat sudah dapat diselesaikan dan disahkan oleh Menteri Kehutanan tanggal 21 Januari 1986.

Berdasarkan SK Menhutbun No. 576/Kpts-II/1998, Menhutbun menunjuk Taman Nasional Laiwangi Wanggameti yang berasal seluruhnya dari RTK 50 seluas 47.014 ha, tetapi di dalam SK Taman Nasional Laiwangi Wanggameti ini tidak menyebutkan adanya “enclave” yang faktanya ada 2 desa di dalam kawasan yakni Ramuk dan Katikuai. Terhitung tahun 2006/2007 desa Ramuk telah mekar menjadi 2 (dua) desa yakni desa Mahaniwa dan desa Ramuk, luas desa enclave ini + 4.447 ha. Kedua desa Ramuk dan desa Katikuai dipandang sebagai kantong penduduk dan selanjutnya perlu klarifikasi penetapan enclave lewat proses tata batas definitif Wanggameti.

Pada umumnya keadaan topografi di TN Laiwangi Wanggameti berbukit, dengan memiliki lereng-lereng agak curam sampai sangat curam. Topografi yang agak datar sampai bergelombang terdapat di bagian tenggara dan selatan, sedangkan di bagian barat dan timur mempunyai topografi berbukit sampai bergunung dengan memiliki lereng-lereng agak curam sampai sangat curam. Berdasarkan Peta Kelas Lereng Pulau Sumba skala 1 : 500.000, kawasan TN Laiwangi Wanggameti termasuk dalam kelas lereng 3 yaitu agak curam (15%-25%), kelas lereng 4 yaitu curam (25%-45%) dan kelas lereng 5 yaitu sangat curam (≥ 45%).

Kabupaten Sumba Timur memiliki 7 Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu : DAS Kambaniru 111.000 Ha, DAS Kaliongga 55.000 Ha, DAS Melolo 45.000 Ha, DAS Kadahang 40.000 Ha, DAS Nggongi 26.000 Ha, DAS Tidas 33.000 Ha dan DAS Watumbaka 23.000 Ha.

Di kawasan ini terdapat jenis tumbuhan antara lain jambu hutan (Syzygium sp.), pulai (Alstonia scholaris), beringin (Ficus sp.), kenari (Canarium oleosum), kayu manis (Cinnamomum zeylanicum), honggi (Myristica littoralis), suren (Toona sureni), taduk (Sterculia foetida), kesambi (Schleichera oleosa), dan hangkang (Palaquium obovatum).

Fauna

Taman Nasional Laiwangi-Wanggameti merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti kera ekor panjang (Macaca fascicularis fascicularis), babi hutan (Sus sp.), biawak (Varanus salvator), ular sanca Timor (Phyton timorensis), dan ayam hutan (Gallus gallus). Selain itu, merupakan populasi utama burung walik rawamanu (Ptilinopus dohertyi), punai Sumba (Treron teysmannii) dan berbagai jenis burung lainnya seperti gemak Sumba (Turnix everetti), kakatua cempaka (Cacatua sulphurea citrinocristata), nuri (Lorius domicella), sikatan Sumba (Ficedula harterti), kepodang-sungu Sumba (Coracina dohertyi), dan madu Sumba (Nectarinia buettikoferi)

Tercatat sebanyak 43 jenis kupu-kupu termasuk tiga jenis endemik di Nusa Tenggara yaitu kupu-kupu halipron (Troides haliphron naias), Elimnias amoena, Sumalia chilo, Ideopsis oberthurii, dan Athyma karita.

Potensi Wisata

Laiwangi-Wanggameti belum lama ditunjuk sebagai taman nasional, sehingga fasilitas untuk pengunjung masih sangat terbatas. Akomodasi yang tersedia berupa homestay yang disediakan dan dikelola oleh masyarakat setempat.
Objek Wisata alam di daerah Wanggameti Laiwangi yang ada cukup banyak dengan panorama yang indah air terjun termasuk air terjun Laputi, air terjun Kanabuai, air terjun Waikanabu, air terjun Kahalatau, Danau Laputi di mana ada belut suci (masyarakat setempat menyebutnya itu: “Apu”).

Peninggalan Kuburan Kuno

Di sekitar Taman Nasional Laiwangi-Wanggameti banyak dijumpai kuburan kuno yang diukir dengan beberapa motif seperti kuda, kerbau, orang lelaki dan wanita. Kuburan kuno ini merupakan simbol dan status sosial dari keluarga yang ditinggalkan.

Ada sumber daya manusia di Taman Nasional Wanggameti Laiwangi terdiri dari jabatan struktural, posisi non-struktural dan fungsional dan pekerja kontrak. Kondisi jumlah karyawan pada akhir Maret 2011 berjumlah 46 orang, dengan kedatangan empat orang non-struktural calon pegawai negeri sipil dengan latar belakang pendidikan Diploma III pada April 2011 saat itu sampai sekarang total karyawan di Laiwangi Wanggameti Taman Nasional nomor 50 orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda dan daerah asal.

Kondisi Sosial dan Budaya

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sumba terbagi menjadi beberapa strata yaitu strata Ningrat, strata Kabihu dan terakhir Strata Ata (masyarakat biasa).

Aktivitas kedua strata ini dalam komunitas masyrakat Sumba Timur terjalin dalam ikatan kabihu yang Menggabarkan keeratan tatanan adat khususnya dalam acara – acara sakral seperti :Upacara Kematian, Acara Pesta perkawinan dan Urunan gotong royong dalam kerabat – kerabat keluarga.

Hubungan antara ningrat dan ata dibangun dengan penuh kekeluargaan dan kekerabatan, bahkan serung sebagai hubungan antara anak dan bapak. Pola adat seperti ini perlu dilesatrikan sebagai salah satu kebanggan Etnis Sumba Timur.

Musim kunjungan terbaik untuk ke Taman Nasional Laiwangi Wanggameti adalah bulan Maret s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.

Akses

Untuk dapat mencapai Kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dapat di tempuh melalui :

  • 1. Jalur Udara
    Dengan Pesawat Merpati F- 100 atau Pesawat Trigana Setiap hari dengan jarak tempuh selama 1 – 1,5 jam, dapat melalui kupang maupun Denpasar.
  • 2. Jalur Laut
    KM Fery – ASDP :
    Kupang- Ende- Waingapu dengan waktu tempuh selama + 36 jam
    Kupang- Aimere- Waingapu dengan waktu tempuh selama + 32 jam
  • K AWU – PT.PELNI:
    Kupang – Ende – Waingapu dengan waktu tempuh selama + 22 jam
    Benoa – Waingapu dengan waktu tempuh selama + 36 jam
  • 3. Jalur Darat
    Waingapu – TN Laiwangi wanggameti dapat di tempuh dengan
    kendaraan roda empat atau roda dua dengan waktu tempu 1-1,5 jam
Kata kunci pencarian : taman nasional laiwangi wanggameti, Jambu hutan, burung walik, Foto TN laiputi wanggameti sumba timur, gambar burung gemak, gambar taman nasional laiwangi, daerah aliran sungai sumba timur, kakatua cempaka, ramuk sumba timur, taman nasional laiwangi, burung yang dilindungi di sumba, Tenaga Kontrak Di Taman Nasional Apakah Namanya Sudah Tercatat Di Pusat

Obyek Wisata , ,

Related Listing

Place Your Review

Rate this place by clicking a star below :

Kirim ke teman

Captcha Verification
captcha image

Send Inquiry

Captcha Verification
captcha image